Kamis, 31 Juli 2014

Tari Angguk dan Sejarah yang Mengiringinya

SEJARAH TARI ANGGUK

Assalamu'alaikum, selamat pagi, siang, sore untuk sobatku sekalian. Pada kesempatan kali ini, aku akan sedikit membahas tentang sebuah tarian khas dari Kulon Progo yaitu Angguk. Bagaimana kisahnya? Oke, marilah kita mulai.

Sobatku sekalian, menurut sejarahnya tari Angguk ini merupakan pengembangan dari Tari Dolalak yang berasal dari Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Tapi sampai saat ini, masih belum jelas siapa pihak yang membawa, mengkreasikan, dan kemudian mempopulerkan Tari Dolalak hingga akhirnya bisa berbentuk Tari Angguk dan diakui sebagai salah satu kebudayaan Kabupaten Kulon Progo.

Tari Angguk masuk ke Kulon Progo sekitar tahun 1950. Awalnya, tarian ini dimainkan sebagai tarian pergaulan para remaja dan biasa digelar setelah musim panen tiba sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan. Dulu, tarian ini dimainkan oleh kaum laki-laki. Tapi pada tahun 1970an, terjadi pergeseran sehingga dimainkan oleh kaum perempuan seiring dengan dirintisnya beberapa kelompok kesenian Tari Angguk putri.

Kata anggguk ini diambil dari gerakan para penari yang menangguk-anggukan kepalanya. Gerakan Tari Angguk pada awalnya terinspirasi dari gerakan baris berbaris serdadu Belanda. Maka tidak mengherankan apabila kostum yang dipakai oleh para penari ini juga mirip dengan seragam serdadu Belanda.

Pada setiap penampilannya, Tari Angguk mengambil cerita dari Serat Ambiyo dengan kisah Umarmoyo-Umarmadi dan Wong Agung Jayengrono. Tari Angguk biasanya dimainkan dengan durasi waktu sekitar 3-7 jam. Jumlah penari selalu genap, berkisar antara 10-20 orang penari beserta pengrawit (pengiring). Tapi dalam situasi tertentu, tarian ini bisa juga dikemas dalam paket singkat dengan durasi waktu sekitar 15-30 menit saja.

Jenis Tari Angguk ada dua macam, ada jenis Tari Ambyakan dan Pasangan. Jenis Tari Ambyakan dimainkan oleh banyak orang, biasanya dimainkan lebih dari 20 orang. Kalau Tari Pasangan dimainkan secara berpasang-pasangan (genap).Tari Angguk banyak menyisipkan ajaran moral dalam pementasannya, misalnya berbentuk pantun, petuah tentang kehidupan, dan pendidikan yang dilantunkan oleh para vokalis.

Penari Angguk mengenakan kostum yang mirip dengan serdadu Belanda. Kostum ini dilengkapi dengan gombyok berwarna emas, sampang, sampur, topi pet warna hitam, kaos kaki warna merah atau kuning, dan kacamata hitam.

Nah, sebelum mereka tampil biasanya ada upacara pemberian sesaji ditempat yang akan digunakan untuk pentas. Dilanjutkan dengan sesi pemanggilan roh, yang mana nantinya akan ada pemain tari yang akan dirasuki oleh roh  tersebut. Dan suasana mistisnya pun bakal kerasa.  Yah, tentunya akan menjadikan hiburan tersendiri bagi para penonton. 

KEISTIMEWAAN 

Tari Angguk mempunyai keistimewaan karena memadukan unsur Islam, Barat (Belanda), dan Timur (Yogyakarta). 

Unsur Islam dalam Tari Angguk terlihat ketika lagu Shalawat Nabi selalu menjadi pembuka pertunjukan. Selain itu, penggunaan peralatan musik berupa bedug dan rebana semakin mengukuhkan bahwa kesenian ini memang ada pengaruh dari unsur budaya Islam.

Unsur Barat terlihat pada gerakan para penari yang meniru gerakan baris-berbaris para serdadu militer pada zaman Belanda. Selain itu, kostum yang dipakai oleh para penari juga mirip dengan seragam militer serdadu Belanda. Bedanya para penari pakai celana pendek sedangkan serdadu biasanya memakai celana panjang.

Unsur Timur sangat terlihat dalam keluwesan seluruh gerakan tarian. Tingkat keluwesan gerakan inilah yang menjadi ciri khas budaya Timur, khususnya Yogyakarta. Ditambah lagi, tarian ini membawakan cerita Umarmoyo-Umarmadi dan Wong Agung Jayengrono yang tertulis dalam Serat Ambiyo. 

Dan disinilah kebudayaan dari beberapa kutub yang berbeda bisa berpadu. Sisi militer yang lebih kaku namun serempak dipadukan dengan tarian yang sangat luwes menghasilkan karya yang sangat-sangat keren menurutku. 

Baiklah, cukup sekian sedikit uraian tentang tari Angguk. Terima kasih sudah mampir, dan jangan lupa untuk terus support kebudayaan lokal kita.

Salam,



R. Awaludin









Senin, 02 Juni 2014

Kos Kosan Gayam

Assalamu'alaikum, selamat pagi siang sore bagi sobatku semuanya. Semoga kalian selalu dalam keadaan sehat wal afiat, Amiin. Yap, kali ini aku akan membawa kalian bernostalgia dengan salah satu acara komedi berbasis radio yang masih eksis sampai saat ini. Apakah itu?

Sobatku, bagi kalian yang pernah tinggal di Jogjakarta, entah kuliah atau memang bertempat tinggal disini, pasti nya tau atau pernah mendengar acara yang namanya Kos Kosan Gayam. Sebuah acara drama komedi yang disiarkan oleh Radio Geronimo FM, radionya para kanca muda di Jogja. Acara ini kalau menurutku spesial, dan menarik untuk didengarkan. Yah, buat menemani kalian disetiap malam Jumat supaya tidak galau. Hhe

Bagi sobat semua yang belum pernah tau tentang kos kosan gayam ini, santai. Akan aku jelaskan sedikit pada tulisan di bawah, 

Kos Kosan Gayam menceritakan tentang kegiatan sehari hari dari beberapa mahasiswa yang kuliah di Jogja. Tentunya dikemas dalam balutan komedi yang fresh, sehingga kita sebagai pendengar akan senyum senyum sendiri bahkan tak jarang tingkah mereka di  cerita itu membuat kita tertawa..

Para mahasiswa ini kuliah di Universitas Negeri Swasta Mandiri, dan jurusan yang mereka ambil pun sama yaitu Sastra Nuklir. Entah apa yang mereka harapkan setelah lulus dari Sastra Nuklir ini, hhe.. Karena mereka berasal dari luar Jogja, akhirnya mereka pun indekos sebuah kos kosan dijalan Gayam. Ditempat inilah kisah mereka dimulai..

Adapun tokoh tokoh dalam serial Kos Kosan Gayam adalah sbb :

1. Bramana Danu (Bram)
Seorang mahasiswa yang berasal dari Jakarta. Anak dari Jeng Iis, pembisnis yang sangat kaya raya. Saking kayanya, sampai Bram sering dikomplain oleh pihak bank karena nominal transfer dari mamah nya sudah terlalu besar. Bram ini orang nya play boy, pacarnya banyak. Sampai sampai dibuatkan album daftar para mantan nya, wkwk.. Yah, cewek mana sih yang tidak tertarik melihat sosok Bram yang ganteng dan tajir ini?. Oh ya, dia pula lah yang membayar seluruh keperluan teman temannya, royal lah kalau masalah duit mah.

2. Parwoto Sardi (Parwoto)
Cah ndeso dari Klaten, putranya Bapak Sardi. Orangnya ya khas anak desa, polos, sopan, dan dia paling rajin dibandingkan dengan mahasiswa yang lainnya. Meskipun anaknya lugu, tapi dia sudah memiliki pacar loh, cakep lagi. Namanya Tita. Tita sekarang kuliah di Zimbabwe, ikut dalam pertukaran pelajar. Parwoto sangat menyayangi binatang terutama ayam, dia memiliki 2 ayam yang diberi nama Darmo dan Sylvy

3. Icuk Simarmata (Icuk)
Pemuda asal Medan ini merupakan anak dari Mamak, seorang ibu penjual cabe. Orangnya gemuk, lucu tapi sering ceroboh. Dia sering di bully oleh teman yang lainnya, dalam berbagai hal. Paling banyak sih masalah pekerjaan di kos. Icuk sudah punya pacar juga, namanya mbak Butet dari Medan juga. Sangat menyukai warna pink dan babi, pokoknya paling lucu lah kalau Icuk sudah muncul dalam adegan.

4. Sangadi 
Pemuda yang berasal dari Purbalingga, dengan aksen bicaranya yang khas ngapak. Dalam serial ini dia berperan sebagai anak orang miskin, sepeda motor yang dipakai sehari hari hanyalah pitung tua. Meskipun begitu, dia sudah punya pacar juga namanya Cintya yang sekarang berada di Australia

5. Pak Kos (Kusnaini)
Dialah pemilik dari koskosan di jalan Gayam ini. Paman dari Sangadi ini adalah scooterist sejati, tiada hari tanpa touring. Istrinya kerja di luar negeri, jadi dia cuma sendirian di rumahnya. Oleh karena itu, dia lebih memilih di bengkel merawat vespa nya atau ikut pergi touring dengan komunitasnya. 

6. Pak Tanggap Sasmito
Seorang dokter hewan, dosen di Universitas Negeri Swasta Mandiri, sekaligus seorang bikers. Yang paling khas dari dr. Tanggap ini adalah kata kata "Salam Brotherhood". Kata kata yang menandakan bahwa ia seorang bikers. Istrinya Pak Tanggap ini guru juga, namanya Bu Wulan.

7. Pakde Sur
Merupakan pakde nya Parwoto. Sikapnya menjengkelkan, sering kali Bram terbujuk dengan omongannya yang manis sampai rela mengeluarkan uang banyak untuk pakde yang satu ini. Parwoto yang keponakannya sendiri pun sering menjadi jengkel karena nya..

8. Mbak Nana
Wanita pembantu yang di cintai oleh Icuk Simarmata. Cintanya icuk bertepuk sebelah tangan, karena mbak Nana sudah punya suami yang bernama Mas Galih dan seorang anak laki laki, Dek Satya. Bram sangat baik dengan keluarga ini, dia memberi modal mbak Nana untuk membuka usaha laundry. Mas Galih pun bersahabat baik dengan Bram dan Parwoto, tapi sangat membenci Icuk. Meskipun kebencian nya itu masih bisa dia tahankan.

9. Cik Sen Sen
Wanita penjual gorengan. Sering kali trio gayam (Bram, Icuk, Parwoto) membeli gorengan disitu. Karena sering ketemu itulah, akhirnya Parwoto jatuh cinta padanya. Padahal di hati Parwoto masih ada Tita, rumit sih. Cik Sen Sen pernah dekat juga dengan Johan Wijaya, dan ini membuat Parwoto sensi saat ada yang menyebut namanya.

Sebetulnya masih banyak tokoh tokoh lainnya yang bermain di serial kos kosan gayam ini, tapi sebagian besar sudah tercakup di sembilan tokoh diatas. Bagi kalian yang penasaran dengan kisah kos kosan gayam, kalian bisa menyimak acara ini setiam malam Jumat (Kamis malam) di Radio Geronimo fm Jogja. Atau bisa juga gabung di grup FB, Kos Kosan Gayam Family. Disana sobat sekalian bisa bersilaturahmi dengan penggemar kos kosan gayam, sekaligus mendownload file mp3 yang di share oleh kawan kawan.

Demikian, sedikit urain mengenai Kos Kosan Gayam. Semoga kita bisa bertemu lagi di lain kesempatan. 

Akhir kata, Wassalamu'alaikum wr. wb


Salam,


R. Awaludin

D’PASPOR

SEJARAH TERBENTUKNYA D’PASPOR
  Bermula dari perkumpulun sekelompok anak manusia yang masih belia, berlanjut begitu akrab dan karib, terjalani sekian lama. Salah satu perjalanan hidup teramat mengesankan yang tak mungkin terlupakan,,,”D’P@S4”.
 
Berawal dari sekelompok remaja yang begitu akrab. Mereka menamai kelompok mereka dengan nama anak-anak BelPas (Belakang Pasar). Pada umumnya mereka sama dengan anak-anak remaja lainnya, tidak terkontrol dan selalu egois, tapi satu hal yang selalu mereka pegang teguh dari prinsip mereka yaitu “ SETIA KAWAN ”, tidak melupakan teman merupakan sifat mereka yang mendominasi karena tidak semua sekumpulan anak gank itu sama sifatnya, sedikit dari mereka masih ada yang selalu berfikir egois.
 
Tak lama, mereka iseng untuk membuat sebuah band dengan modal Patungan. Jika ada waktu mereka sempatkan untuk berlatih, dengan menyewa Rental musik. Awalnya mereka menamai bandnya dengan nama “Ripuh Band” yang berarti ribet, yang dikarena di setiap ada mereka selalu keribetan yang mereka ada, sungguh sangat Ripuh.
 
Sekilas info, Ripuh Band tenggelam ( bubar ) pada akhir tahun 2007… dan dating kembali dengan nama D’paspor pada Tgl 04 Februari 2007 dan di reesmikan tgl 09_Nop_2008 Di Gg.Sontang Ds. Cikalong Kec.Cilamaya Wetan Kab.Karawang Prof.Jawa Barat INDONESIA
 
Seiring waktu berlalu mereka terpecah karena kesibukan mereka masing-masing, terutama dalam pencarian jati diri menuju kedewasaan mereka. Terpencar oleh keadaan dan waktu yang teramat sempit untuk pertemuan-pertemuan Ripuh Band, sehingga akhirnya mereka bertemu kembali di band baru mereka D’paspor, dengan merubah jenis lagu-lagu mereka, dengan lagu percintaan yang kini sedang hits untuk anak - anak remaja.

Dengan nekat mereka coba untuk rekaman, meski begitu berat rintangan yang harus mereka lewati. Hinaan serta cacian dari band-band amatiran sama seperti mereka menjadi makanan semangat untuk mereka dengan dianggap “ Angin yang berlalu ” Sungguh modal utama untuk pemula seperti mereka bermentalkan baja.
 
Akhirnya, sekarang perjuangan mereka terbukti, lagu mereka menjadi lagu terpopuler di mainkan di salah satu Radio tempat mereka, dengan “ Rinduku ” yang menjadi runner Up di Radio tersebut. Serta tak luput juga penjualan kaset mereka laris terjual. Walaupun kasetnya belum ada Video Klipnya ( hehehe ). Semua kalangan pun menyukai lagu – lagu mereka dari anak kecil yang setiap perjalanan menuju sekolah sampai pulang sekolah sampai di sela-sela permainan mereka,selalu terdendang lagu-lagu D’paspor dari mulut kecil mereka nan begitu lucu sampai orang tua.
 
Nama Fans: D’paspor Nizer atau juga “ Nizer ”
Website : www.thefaspor.com
Twiter : @faspornizzer 
Facebooknya : http://www.facebook.com/thefaspor


PROFIL PERSONIL

Lina
Nice Name : N’nA
Posisi : Vokal
Alamat : Gg.Sontang Ds.Cikalong
TTL : Karawang,11 Ockt 1993
Hobby : Apa aja
FB : Nhae Faspor

Irfan Bin Bagas
Nama : Irfan
TTL : Karawang,09 November 1989
Posisi : Vokal
Hobi : Kerja
FB : Irfan Bin Bagas

Khajol Faspor
Nama Lengkap :Jaja
Nick Name : Kajoll
Posisi : Drummer
Alamat : Ds.Cikalong
TTL : Karawang,10 February 1991
Hobby : Nongkrong Bareng
FB : Khajol Faspor

M. Hakiem
Nick Name : Erwien
Posisi : Gitar ( Melody )
Alamat : Gg.Sontang Ds.Cikalong
TTL : Karawang,09 July 1986
Hobby : Bilyarr
FB : Erwin Faspor

Muarief Abbas
Nick Name : Arief
Posisi : Bass
Alamat : Gg.Sontang Ds.Cikalong
TTL : Karawang,27 Mei 1991
Hobby : Main Bilyar
FB : Arief Faspor

Hermawan
Nick Name : Mawan
Posisi : Gitar ( Ryhtm )
Alamat : Gg.Sontang Ds.Cikalong
TTL : Karawang,09 Nopember 1992
Hobby : Dengerin Music & Maen gitar
FB : Mawan Faspor
Kota Asal: DS.Cikalong Kec.Cilamaya Kab.Karawang Jawa Barat

Tutur Tinular

Pendahuluan 

Tutur Tinular adalah judul sebuah sandiwara radio yang sangat legendaris karya S. Tidjab. Kisah ini menceritakan tentang perjalanan hidup dan pencarian jati diri seorang pendekar yang berjiwa ksatria bernama Arya Kamandanu akan keagungan Tuhan Yang Maha Esa, suatu kisah dengan latar belakang sejarah runtuhnya Kerajaan Singhasari dan berdirinya Kerajaan Majapahit. Sandiwara radio ini pertama kali mulai disiarkan pada 1 Januari 1989 dan dipancarluaskan lebih dari 512 stasiun radio di seluruh Indonesia, yang tergabung dalam Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia PRSSNI

Judul Tiap Seri 
Jumlah keseluruhan kisah Tutur Tinular adalah 720 seri yang terbagi ke dalam 24 episode, atau setiap episode terdiri atas 30 seri dengan durasi kurang lebih 30 menit dan disiarkan setiap hari. Adapun judul-judul episodenya adalah sebagai berikut :
  1. Pelangi di Atas Kurawan, seri 1-30 (bulan ke-1)
  2. Kisah dari Seberang Lautan, seri 31-60 (bulan ke-2)
  3. Daun-Daun Bersemi Lagi, seri 61-90 (bulan ke-3)
  4. Kemelut Cinta di Atas Noda, seri 91-120 (bulan ke-4)
  5. Perguruan Lopandak, seri 121-150 (bulan ke-5)
  6. Cahaya Fajar Menembus Hutan Tarik, seri 151-180 (bulan ke-6)
  7. Mata Air di Tanah Gersang, seri 181-210 (bulan ke-7)
  8. Angkara Murka Merajalela, seri 211-240 (bulan ke-8)
  9. Badai Mengamuk di Atas Kediri, seri 141-270 (bulan ke-9)
  10. Pemberontakan Ranggalawe, seri 271-300 (bulan ke-10)
  11. Mutiara Ilmu di Atas Batu, seri 301-330 (bulan ke-11)
  12. Nagapuspa Kresna, seri 331-360 (bulan ke-12)
  13. Geger Pedang Nagapuspa, seri 361-390 (bulan ke-13)
  14. Keris Mpu Gandring, seri 391-420 (bulan ke-14)
  15. Kisah Seorang Prajurit Pelarian, seri 421-450 (bulan ke-15)
  16. Pemberontakan Gajah Biru, seri 451-480 (bulan ke-16)
  17. Pendekar Syair Berdarah, seri 481-510 (bulan ke-17)
  18. Dendam Lama dari Kurawan, seri 511-540 (bulan ke-18)
  19. Keluarga Prabu Kertarajasa Jayawardhana, seri 541-570 (bulan ke-19)
  20. Golek Kayu Mandana, seri 571-600 (bulan ke-20)
  21. Pemberontakan Lembu Sora, seri 601-630 (bulan ke-21)
  22. Gelapnya Malam Tanpa Bintang, seri 631-660 (bulan ke-22)
  23. Wong Agung Turun Gunung, seri 661-690 (bulan ke-23)
  24. Mendung Bergulung di Atas Majapahit, seri 661-720 (bulan ke-24)
Tokoh Cerita

1. Arya Kamandanu (Ferry Fadli)

Nama: Arya Kamandanu
Nama Lain: Pendekar Pedang Nagapuspa 
Asal: Desa Kurawan
Nama Ayah: Mpu Hangareksa
Perguruan: Perguruan Mpu Gandring
Nama Guru: Mpu Ranubaya serta Mpu Lunggah
Nama Jurus: Nagapuspa Kresna
Ajian: Aji Seipi Angin
Senjata: Pedang Nagapuspa 

Adalah seorang pemuda lugu putera kedua Empu Hanggareksa yang sangat suka mempelajari ilmu kanuragan. Diangkat murid oleh kakak seperguruan ayahnya yang bernama Empu Ranubaya. Empu Ranubaya mengajarkan Kamandanu jurus Nagapuspa, yaitu ilmu kanuragan ciptaan Empu Gandring dan Aji Saipi Angin, yaitu ilmu meringankan tubuh yang bisa membuat tubuh seringan kapas. Sayang, ketika Arya Kamandanu sedang giat belajar, Empu Ranubaya dikejar-kejar oleh prajurit Singasari, karena dia dianggap telah menghina Prabu Kertanegara. Kemudian Arya Kamandanu mendalami lagi Jurus Naga Puspa tahap akhir yang tinggalkan Empu Ranubaya di atas sebuah batu. Dengan bantuan Empu Lunggah yang merupakan kakak seperguruan tertua ayahnya, Kamandanu mampu menyempurnakan Jurus Naga Puspa. Ilmu Kamandanu semakin hebat setelah dia tergigit ular siluman Naga Puspa Kresna.

Arya Kamandanu kurang beruntung dalam percintaan. Dua kali dia mengalami kekecewaan akibat ulah kakaknya, Arya Dwipangga. Dua wanita yang dicintai Kamandanu, yaitu Nari Ratih dan Mei Shin di nodai oleh Arya Dwipangga. Kamandanu kemudian menjadi Panglima Majapahit dan menikah dengan Sakawuni dan mempunyai seorang anak laki-laki yang bernama Jambunada.

2. Arya Dwipangga

Nama: Arya Dwipangga
Nama Lain: Pendekar Syair Berdarah
Asal: Desa Kurawan
Nama Ayah: Mpu Hanggareksa
Nama Guru: Watukura
Nama Jurus: Jurus Pedang Bulan Kembar
Ajian: Kidung Pamungkas  
Senjata: Pedang Kembar
 
Adalah kakak Kamandanu. Dia gemar bersyair dan merayu para wanita dengan syair-syairnya itu. Dia mudah jatuh cinta pada perempuan cantik, meskipun perempuan itu kekasih adiknya sendiri. Pertama dia merebut Nari Ratih dan menikahinya. Dari pernikahannya dengan Nari Ratih Arya Dwipangga memiliki seorang anak laki-laki yang bernama Panji Ketawang. Beberapa tahun kemudian Dwipangga bertemu dengan Mei Shin. Arya Dwipangga langsung jatuh cinta pada Mei Shin. Lagi-lagi Arya Dwipangga tidak berduli kalau Mei Shin adalah kekasih Kamandanu. Seperti biasa Arya Dwipangga menggunakan syair-syairnya untuk memikat Mei Shin. Namun kali ini syair-syair Arya Dwipangga tidak mampu memikat Mei Shin. Akhirnya Arya Dwipangga menodai Mei Shin dengan menggunakan obat perangsang, sehingga Mei Shin mengandung dan kemudian melahirkan seorang anak perempuan bernama Ayu Wandira.

Kamandanu sangat marah atas perbuatan Dwipangga itu. Dihajarnya Dwipangga hingga tangannya menjadi cacat. Merasa sakit hati Arya Dwipangga melaporkan Mei Shin kepada pemerintah Kediri, sehingga rumah Empu Hanggareksa diobrak-abrik dan dibakar. Juga Empu Hanggareksa tewas dalam kejadian itu.
Arya Dwipangga mabuk-mabukan dan menyiksa Nari Ratih hingga tewas. Kamandanu murka untuk kedua kalinya. Arya Dwipangga dihajarnya lagi hingga jatuh ke sumur tua. Di dalam sumur tua itu Arya Dwipangga bertemu dengan seorang laki-laki misterius yang bernama Watukura. Watukura mengajarkan Arya Dwipangga jurus Kidung Pamungkas dan jurus Pedang Kembar. Setelah beberapa tahun lamanya Arya Dwipangga keluar dari sumur tua itu. Dia menjadi seorang pembunuh berdarah dingin. Semua orang yang bertemu dengannya pasti mati. Setiap akan melakukan pembunuhan,Arya Dwipangga selalu bersyair, sehingga dia mendapat julukan Pendekar Syair Berdarah.

Arya Dwipangga akhirnya bertemu lagi dengan Kamandanu di desa Kurawan, tempat tinggal mereka dulu. Dan kedua kakak beradik itu bertarung habis-habisan. Namun Arya Dwipangga tidak mampu mengalahkan Arya Kamandanu. Ia akhirnya melarikan diri.

Arya Dwipangga bertemu dengan Empu Lunggah. Seperti biasa nafsu membunuhnya muncul. Namun dia tidak berdaya melawan Empu Lungga, karena Empu Lunggah menggunakan ilmu Rajut Busana, yaitu sebuah ilmu yang dapat menghilangkan kesaktian seseorang. Arya Dwipangga kehilangan kesaktiannya. Jurus Pedang Kembar dan Kidung Pamungkas tidak berarti lagi.

Tak lama kemudian mata Arya Dwipangga buta. Hal itu disebabkan karena kutukan seorang pertapa yang bernama Resi Wisambudi yang telah dibunuhnya.

Arya Dwipangga menyesali semua dosa yang pernah diperbuatnya. Dia ingin bunuh diri, tapi tidak berhasil. Keadaan Arya Dwipangga tak ubahnya seperti pengemis. Dalam keadaan seperti itulah Arya Dwipangga bertemu kembali dengan Mei Shin yang saat itu sudah menjadi tabib terkenal. Awalnya Mei Shin tidak mau menolong Dwipangga, karena hatinya masih terluka akibat ulah Dwipangga yang telah merusak hidupnya. Namun lama-lama Mei Shin kasihan juga pada Arya Dwipangga. Arya Dwipangga akhirnya dibawa ke tempat tinggal Mei Shin.

Dalam Mahkota Mayangkara, yang merupakan lanjutan Tutur Tinular, Arya Dwipangga menikah dengan Mei Shin. Pernikahan itu terjadi karena desakan Ayu Wandira yang menginginkan kedua orangtuanya bersatu. Tentu saja pernikahan itu hanya formalitas saja, karena Mei Shin tetap tidak mau hidup bersama Arya Dwipangga.

Setelah Mei Shin meninggal Arya Dwipangga kembali hidup terlunta-lunta. Namun pada suatu hari Arya Dwipangga bertemu dengan Prabu Jayanegara yang sedang berburu. Prabu Jayanegara tertarik dengan kemampuan Arya Dwipangga bersyair. Akhirnya Arya Dwipangga diangkat menjadi seorang pujangga istana yang bertugas membacakan syair di depan raja. Dia mengganti namanya menjadi Resi Mahasadu.

3. Mei Shin

Adalah seorang pendekar wanita berkebangsaan Mongolia. Bersama suaminya Lou Shi San, Mei Shin berlayar ke tanah Jawa sambil membawa Pedang Nagapuspa ciptaan Empu Ranubaya. Namun di Tanah Jawa Mei Shin dan suaminya malah dikejar-kejar oleh Para prajurit kediri yang dipimpin oleh Empu Bajil dan Dewi Sambi. Mpu Bajil sangat menginginkan Pedang Nagapuspa. Oleh karena itu dia terus memburu Mei Shin dan Lou Shi San.

Lou Shi San akhirnya tewas setelah beberapa lama hidup dalam pesakitan karena terkena Aji Segara Geni milik Mpu Tong Bajil. Mei Shin yang sebatang kara kemudian di tolong oleh Arya Kamandanu. Dalam kebersamaannya, kemudian tumbuh benih-benih cinta di antara keduanya, namun lagi-lagi Arya Dwipangga merusak hubungan mereka. Mei Shin dihamili Dwipangga dengan cara yang licik. Namun Akhirnya Kamandanu tetap bertanggung jawab dan bersedia mengambil wanita cantik dari Cina itu sebagai istrinya.

4. Sakawuni

Adalah seorang gadis yang hidupnya ugal-ugalan. Dia adalah cucu Ki Sugata Brahma, Pendekar Lengan Seribu. Untuk melampiaskan dendamnya pada orang-orang Singasari, Sakawuni bergabung dengan orang-orang Kediri. Namun sebenarnya Sakawuni adalah seorang gadis berjiwa pendekar. Dia beberapa kali menolong Mei Shin, Lou Shi San, dan Kamandanu dari gangguan para prajurit kediri secara sembunyi-sembunyi. Dalam sebuah pertarungan melawan Mpu Bajil dan kawan-kawannya Kamandanu terluka parah. dia diselamatkan oleh Sakawuni dan dibawa ke rumah kakeknya. Ki Sugata Brahma mengatakan Bahwa luka Kamandanu bisa disembuhkan dengan Bunga Tunjung Biru. Untunglah Sakawuni bertemu dengan Kaki Tamparoang. Atas petunjuk Kaki Tamparoang Sakawuni membawa Kamandanu ke bukit Panampihan untuk meminta Bunga Tunjung Biru pada pemiliknya yaitu Dewi Tunjung Biru.

Ternyata Dewi Tunjung Biru adalah ibu kandung sakawuni yang sudah lama menghilang. Sakawuni senang bisa bertmu dengan ibu kandungnya dan luka-luka Kamandanu bisa disembuhkan.

Sakawuni pergi ke Majapahit untuk membunuh Banyak Kapuk, perwira Singasari yang telah meninggalkan ibunya. Hampir saja Banyak Kapuk terbunuh, namun akhirnya Sakawuni sadar dan mau memaafkan ayahnya itu. Dia akhirnya bersedia mengabdi pada Majapahit.

Bersama Arya Kamandanu Sakawuni menjalankan tugas sebagai prajurit Majapahit, termasuk di antaranya adalah menumpas gerombolan perampok yang dipimpin Empu Bajil. Setelah Gerombolan itu dihancurkan, Sakawuni dan Arya Kamandanu menikah.

Sayang, Sakawuni meninggal setelah melahirkan akibat mengalami pendarahan hebat. Sepeninggal Sakawuni Arya Kamandanu mengundurkan diri dari keprajuritan dan kembali menyepi di lereng Gunung Arjuno bersama anaknya.

5.  Mpu Tong Bajil

Adalah pendekar sakti, namun kejam. Pendekar cebol dari Lereng Tengger ini memiliki senjata andalan yaitu tongkat Pencabut Roh dan ilmu pukulan maut yang bernama Aji Segara Geni. Empu Bajil adalah pemimpin kelompok pendekar yang membantu Pemerintah Kediri. Dalam sebuah pertarungan melawan Arya Kamandanu, Tongkat Pencabut Roh patah menjadi dua. Empu Bajil sangat marah. Dia lalu memperdalam Aji Segara Geni di Lereng Tengger. Setelah beberapa bulan lamanya Empu Bajil berhasil memperdalam Aji Segara Geni. Dia kembali turun Gunung. Kembali Empu Bajil bertarung melawan Arya Kamandanu. Mereka bertarung di Lembah Kardama. Dalam pertarungan itu Arya Kamandanu kalah dan Pedang Nagapuspa dapat direbut.

Dengan Pedang Nagapuspa di tangannya Empu Bajil menjadi semakin kuat. Dia dan kelompok perampoknya membuat kekacauan di mana-mana, bahkan kan dia berani membuat kekacauan di Majapahit. Namun Empu Bajil tidak lama memiliki Pedang Nagapuspa. Dengan kekuatan ghaib Nagapuspa Kresna dan Keris Empu Gandring, akhirnya Arya Kamandanu berhasil merebut kembali Pedang Nagapuspa. Dan Mpu Tong Bajil pun tewas setelah dadanya terhunjam Keris Empu Gandring.

6. Dewi Sambi

Adalah seorang pendekar wanita yang cantik, namun berwajah dingin dan kejam. Dia adalah kekasih Empu Bajil. Dia sangat mencintai Empu Bajil. Dia rela meninggalkan gurunya di Gunung Kawi hanya demi cintanya pada Empu Bajil. Dari hubungannya dengan Empu Bajil, Dewi Sambi mengandung dan memiliki seorang bayi laki-laki yang bernama Layang Samba. Namun Layang Samba dipelihara oleh Dewi Upas, guru Dewi Sambi yang memiliki kesaktian luar biasa. Diantaranya dia menguasai ilmu ular. Dewi Upas bisa memanggil ribuan ular dan memerintahkan mereka melakukan sesuatu.

Dewi Sambi sangat berduka atas kematian Empu Bajil. Dia berusaha membalaskan dendam kematian Empu Bajil kepada Arya Kamandanu. Dia mengirimkan jasad Mpu Bajil yang disertai surat palsu yang berisi tantangan Arya Kamandanu ke Padepokan Tengger. Maksudnya supaya Wong Agung marah pada Arya Kamandanu. Akan tetapi Wong Agung tidak terpancing, karena dia tahu kalau Empu Bajil adalah seorang jahat. Kemudian Dewi Sambi bersekutu dengan Arya Dwipangga alias Pendekar Syair Berdarah. Bersama-sama mereka melawan Arya Kamandanu. Namun lagi-lagi usahanya tidak berhasil.

Dewi Sambi bertemu kembali dengan Mei Shin. Saat itu Mei Shin sedang dalam perjalanan ke Majapahit untuk mengobati Sang Prabu Kertarajasa Jayawardana. Dewi Sambi tidak menyangka kalau Mei Shin masih hidup. Dewi Sambi kemudian bertarung melawan Mei Shin. Dia ingin membunuh Mei Shin karena Mei Shin dianggap mempunyai hubungan dengan Arya Kamandanu. Namun Dewi Sambi selalu gagal menyarangkan Pukulan Tapakwisanya ketubuh Mei Shin. Setiap kali Aji Tapakwisa akan mengenai dirinya Mei Shin selalu bisa menghindar. Akhirnya Dewi Sambi menggunakan tipu muslihat. Dia berpura-pura minta maaf pada Mei Shin. Ketika Mei Shin sedang lengah, Dewi Sambi membokongnya. Tapi lagi-lagi Dewi Sambi tidak berhasil. Aji Tapakwisa malah membalik pada dirinya, sehingga Dewi Sambi tewas dengan tubuh terpancang di tonggak kayu. Itu adalah akibat kutukan Resi Wisambudi seorang pertapa yang dibunuhnya bersama Arya Dwipangga.

7. Mpu Renteng

Adalah seorang pendekar bertubuh kurus jangkungyang tidak banyak bicara. Dia tidak kalah sakti dengan Empu Bajil dan Dewi Sambi. Pendekar dari Gunung Petiri ini mempunyai sebilah pedang ampuh berwarna kuning, sehingga disebut Pedang Kuning. Dengan Pedang Kuning ini Empu Renteng bisa membunuh lawannya dalam waktu beberapa detik. Selain itu dia juga memiliki ilmu kebal yang bernama Blabak Pengantolan. Tak ada senjata yang bisa menembus kulitnya, termasuk senjata pusaka. Ketika terjadi peperangan antara Majapahit melawan Kediri Empu Renteng bertarung melawan Ranggalawe. Empu Renteng mati-matian melawan Ranggalawe. Ternyata Ilmu Blabak Pengantolan tidak mampu menahan tajamnya Keris Megalamat Ranggalawe, sehingga Empu Renteng terluka parah. Empu Renteng akhirnya berpisah dengan Empu Bajil.Dia bermaksud mencari seorang tabib untuk menyembuhkan luka-lukanya. Namun dia malah bertemu dengan musuh lamanya, yaitu Watukura.

Watukura ingin menguji sejauh mana kemampuan Arya Dwipangga yang sudah menguasai Jurus Kidung Pamungkas. Dia menyuruh Arya Dwipangga untuk bertarung melawan Empu Renteng. Tentu saja Empu Renteng yang sedang terluka itu tidak mampu melawan Arya Dwipangga. Akhirnya dia tewas terkena Aji Kidung Pamungkas. Namun pada sisa-sisa kekuatannya Empu Renteng melemparkan Pedang Kuningnya kepada Watukura, sehingga Watukura pun tewas.

8. Nini Ragarunting dan Kaki Tanparoang

Keduanya sebenarnya saling mencintai sejak mereka masih sama-sama muda. Namun keduanya tidak mau mengungkapkan cintanya, sehingga sampai hari tua mereka tidak bisa hidup bersama. Keduanya selalu bertarung dan saling ejek setiap bertemu. Nini Ragarunting sering menyebut Kaki Tamparoang dengan sebutan ”sapi ompong”. Dan Kaki Tamparoang menyebut Nini Ragarunting dengan sebutan ”kambingpeot”. Namun keduanya juga saling tolong-menolong jika keadaan sedang genting.

Kaki Tamparoang tewas ketika membantu kemenakannya Gajahbiru yang memberontak terhadap Majapahit. Kematian Kaki Tamparoang sangat tragis. Seluruh tubuhnya tertembus anak panah sampai ke mulutnya. Nini Ragarunting sangat bersedih atas kematian Kaki Tamparoang. Dicabutinya anak-anak panah yang menancap di tubuh Kaki Tamparoang. Kemudian dikuburkannya mayat Kaki Tamparoang.
Sampai akhir hayatnya Nini Ragarunting hidup bersama-sama Ayu Wandira, walaupun beberapa kali sempat terpisah. Bagi Nini Ragarunting Ayu Wandira sudah dianggap sebagai cucunya sendiri.

Jumat, 18 April 2014

Wedhang Uwuh Khas Jogja


Wedang uwuh adalah minuman dengan bahan-bahan yang berupa dedaunan mirip dengan sampah. Dalam bahasa Jawa, wedang berarti minuman, sedangkan uwuh berarti sampah. Wedang uwuh disajikan panas atau hangat memiliki rasa manis dan pedas dengan warna merah cerah dan aroma harum. Rasa pedas karena bahan jahe, sedangkan warna merah karena adanya secang. Wedang uwuh ini adalah minuman khas dari Yogyakarta.

Pada awalnya wedang uwuh masih dalam bentuk bahan utuh berupa rempah-rempah asli, namun seiring perkembangan zaman dan kebutuhan akan kepraktisan, saat ini wedang uwuh sudah dikembangkan menjadi dalam bentuk instan, maupun bentuk celup. 

Bahan yang digunakan dalam pembuatan Wdhang Uwuh ini antara lain:

A. Jahe
B. Kayu Secang
C. Cengkeh (Bunga, Batang, Serta Daun nya)
D. Kayu Manis Serta Daun nya
E. Pala serta Daun Pala
F. Akar Sereh dan Daun nya
G. Kapulaga
H. Gula Batu

Khasiat dari wedang uwuh ini, antara lain:
A.Untuk menurunkan kolesterol. 
B. Sebagai anti oksidan. 
C. Menyegarkan badan. 
D. Menghilangkan capek-capek. 
E. Melancarkan aliran darah. 
F. Menyembuhkan dan mencegah masuk angin. 
G. Serta tentunya bisa menghagatkan badan.
 
 

Senin, 17 Maret 2014

Angguk Ceria, Senam Kreasi Warga Kulon Progo




Assalamu'alaikum sobatku sekalian, berjumpa lagi denganku disini. Pada kesempatan kali ini aku akan sedikit menguraikan tentang apa itu Senam Angguk Ceria, khas dari daerah ku yakni Kabupaten Kulon Progo. Oke, langsung saja ya. 

Bagi sobat sekalian masyarakat Kulon Progo, tentunya sudah tak asing lagi saat mendengar Senam Angguk Ceria. Yap, senam Angguk Ceria adalah senam tradisional yang merupakan kreasi mayarakat Kulon Progo. Senam ini diilhami dari kesenian tari tradisional Angguk, yang mana tarian ini juga merupakan tari khas dari Kulon Progo. Sedangkan untuk musik pengiringnya, menggunakan pencampuran antara musik tradisional dengan musik moderen, menghasilkan iringan musik yang ciamik tentunya. Sobatku bisa mendengarkannya saat membuka blog ini, aku pasang sebagai music background.

Perpaduan senam dan tari tradisonal membuat senam angguk ceria sangat menarik untuk diikuti. Dengan lagu yang energik dan ceria, senam ini akan membuat badan kita menjadi sehat. Tidak hanya itu, senam yang terbagi dalam enam gerakan dasar ditambah gerakan pemanasan, gerakan peralihan, dan gerakan pendinginan akan membuat siapa pun yang melakukannya akan menjadi gembira.

 
Senam kelompok ini biasa dilakukan masyarakat Kulon Progo pada pagi maupun sore hari. Tak ada faktor umur yang membatasi untuk melakukan senam tradisional ini. Bahkan, pada sekolah-sekolah di Kulon Progo pun, senam angguk ceria sudah menjadi kebiasaan untuk dilakukan setiap minggu nya.
Sebagai senam yang mengenalkan identitas atau jati diri masyarakat Kulon Progo, sudah sepatutnya kita sebagai warga masyarakat Kulon Progo khususnya dan umumnya masyarakat Indonesia untuk selalu menjaganya. Sepertinya cukup sekian saja sedikit uraian dariku, semoga bermanfaat. Sampai jumpa lagi dilain kesempatan. Akhir kata, wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh.Salam
R. Awaludin






Rabu, 18 Desember 2013

Batik Khas Kulon Progo

A. Pendahuluan
Mungkin Anda pernah mendengar tentang batik Geblek Renteng. Ya, batik Geblek Renteng adalah motif batik khas dari Kabupaten Kulon Progo. Kenapa batik ini disebut dengan batik Geblek Renteng? Hal ini karena motif dalam batik ini menyerupai gambar Geblek (makanan khas Kabupaten Kulon Progo yang terbuat dari pati/sari singkong) yang disambung-sambung (Renteng bhs. Jawa). Perancang motif batik ini adalah Sdr. Ales Candra Wibawa dari SMA N 1 Wates. Atas rancangannya tersebut, Ales diberi penghargaan oleh BApak Bupati Kulon Progo yang disampaikannya saat acara Launching Batik Khas Kulon Progo yang diaksanakan di objek wisata Dolan Deso, Banjarasri, Kalibawang, Kulon Progo.

B. Arti Yang Terkandung Dalam Motif Batik Geblek Renteng

 Motif yang sudah menjadi ikon Kulon Progo tersebut terdiri dari gambar geblek sebagai motif utama dan berbagai simbol yang menunjukkkan kekayaan alam dan Kondisi Kabupaten Kulon Progo. Geblek dijadikan motif utama karena merupakan makanan asli khas Kulon Progo. Di antara motif geblek tersebut, ditorehkan lambang Binangun yang digambarkan sebagai kuncup bunga yang akan mekar, memiliki makna bahwa Kulon progo merupakan daerah yang sebentar lagi akan mekar menjadi permata indah dari pulau jawa. Di sampingnya terdapat motif buah manggis yang merupakan flora khas Kulon Progo. Ketiga motif tersebut dibuat dengan pola naik turun sebagai perlambang bahwa kenampakan alam di Kulon Progo yang sangat bervariasi, mulai dari pegunungan, dataran tinggi, hingga dataran rendah dan pantai.

Untuk bagian kain bawah, motif binangun sedikit dimodifikasi dengan menambahkan hiasan yang menyerupai sayap yang melambangkan bahwa sebentar lagi di Kabupaten Kulon Progo akan dibangun Bandar Udara yang diharapakan mampu meningkatkan kemajuan masyarakat Kulon Progo. Selain itu juga ada gambar burung kacer yang terbang ke atas, sebagaimana diketahui bahwa burung kacer merupakan salah satu fauna identitas Kulon Progo.


Senin, 09 Desember 2013

Geblek Tempe, Makanan Tradisional yang Mulai Dikenal

Mungkin para pembaca sekalian ada yang pernah melihat makanan seperti yang tergambar disamping. Atau, malah belum pernah sama sekali? bagi yang pernah jalan-jalan di daerah ujung kulon Provinsi DIY alias Seberang Sungai Progo tentu sudah pernah melihat makanan seperti itu. Ya, makanan tersebut adalah Geblek dan Tempe Benguk khas dari Bumi Menoreh alias Kulon Progo.

1. Geblek

Geblek merupakan gorengan yang dibuat dari Sari/Pathi Singkong. Cara membuatnya cukup mudah dan sederhana, yaitu:

1. Kupas kulit Singkong Menggunakan pisau
2. Cuci hingga bersih
3. Parut menggunakan parutan yang biasanya digunakan untuk memarut kelapa
4. Peras hingga keluar airnya
5. Endapkan beberapa saat hingga dibagian bawah ada endapannya. Endapan tersebut disebut dengan Pathi
6. Ambil endapan tersebut, lalu dikeringkan
7. Tumbuk pathi tersebut hingga halus. Jika masih ada gumpalan-gumpalan yang belum halus, nanti bisa meledak/njebluk apabila digoreng.
8. Ambil sedikit dari pathi yang telah dihaluskan tsb untuk dicampur dengan sedikit air dan digoreng. jangan menggoreng telalu lama. kita hanya butuh adonannya saja.
9. Campurkan adonan yang sudah digoreng tersebut dengan Pathi halus. tentu disertai dengan bumbu dan garam secukupnya.
10. Bentuklah menyerupai angka delapan
11. Goreng menggunakan minyak panas.
2. Tempe Benguk


Hampir mirip dengan tempe, benguk dibuat menggunakan biji benguk, yaitu tanaman sejenis koro yang bernama latin Mucuna Pruriens. Pembuatan tempe benguk dan tempe kedelai pun relatif sama. Bedanya, sebelum direbus hingga mendidih benguk harus direndam di air dingin selama 2 hari. Selain bertujuan melunakkan biji benguk, ini juga bertujuan untuk menghilangkan bau apek yang menempel di kulitnya.

Setelah bijinya lunak, benguk lalu direbus sampai benar-benar matang. Namun sebelumnya, kulit ari harus dibersihkan terlebih dahulu. Jika tidak, tempe akan berasa kasar di lidah serta meninggalkan rasa asam. Usai direbus, biji benguk yang sudah empuk lantas ditiriskan hingga hilang unsur airnya. Sebaiknya tidak buru-buru membumbui benguk dengan ragi. Biji-biji itu harus dibiarkan dingin sebelum dicampur ragi dan dibungkus. Jika tidak, lagi-lagi tempe yang dihasilkan akan berasa asam.

Nah, setelah semuanya siap, barulah biji benguk yang sudah dicampur bubuk ragi dapat dibungkus dengan daun jati atau pelepah batang pisang. Hanya dibutuhkan waktu 2 hari 2 malam untuk mengubah biji benguk menjadi tempe yang kenyal dan menggugah selera.

Itulah makanan Tradisional Warisan nenek moyang yang mulai dikenal luas terutama di Bumi Menoreh tercinta ini.








Jumat, 25 Oktober 2013

Masjid Bersejarah Di Kabupaten Kulon Progo

A. Masjid Jami' Bleberan

 image







Salah satu masjid bersejarah yang ada di Kulon Progo adalah Masjid Jami’ Bleberan. Masjid ini terletak di Dusun II Bleberan, Desa Banaran, Kecamatan Galur Kabupaten Kulon Progo. Masjid Jami’ Bleberan merupakan salah satu masjid yang ditetapkan sebagai masjid bersejarah oleh Kanwil Kementerian Agama Wilayah Provinsi DIY pada 2008 lalu. Meski begitu, bukan berarti masjid itu tidak boleh ”diutak-atik”. 

Masjid itu didirikan pada tahun 1825 diprakarsai oleh Kyai Istad dan mendapat dukungan dari warga dusun. Pada masa kemerdekaan, masjid tersebut memiliki andil besar sebagai saksi perjuangan. Masjid Jami’ Bleberan pernah juga menjadi markas Hizbulloh pada saat mempertahankan Kemerdekaan RI. “Bahkan konon pada masa perjuangan kemerdekaan, masjid ini pernah menjadi tempat bertahan prajurit Pangeran Diponegoro. Dari cerita, salah satu murid Pangeran Diponegoro adalah Kyai Istad yang mendirikan masjid ini,” ungkap Drs Nuryanto, Ketua Takmir Masjid Jami’ Bleberan.

Dalam perkembangannya, masjid tersebut sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah tapi juga untuk kepentingan sosial, pendidikan, maupun kegiatan kemasyarakatan lainnya. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan jama’ah dan menyesuaikan perkembangan maka masjid itu sudah pernah dipugar yakni pada tahun 1900, 1920, 1944 dan terakhir tahun 1980.

Pemrakarsa pemugaran para ta’mir masjid pada saat itu. Seperti KH. AR. Fakhrudin (yang pernah menjabat ketua PP Muhammadiyah), H. Syaebani, Muhamad Mawardi, dan Zainudin pada saat rehab tahun 1944.
Karena kentalnya nuansa agama di dusun tersebut termasuk Desa Banaran, maka orang luar pun sering menyebut dusun ini sebagai Serambinya Mekkah dengan pusat kegiatanya berada di Masjid Jami’ Bleberan. Tidak sedikit pula masyarakat yang mewakafkan tanahnya kepada masjid tersebut. “Mereka mewakafkan karana kepercayaan masyarakat terhadap masjid ini. Saat ini ada 14 petak sawah yang diwakafkan. Sawah-sawah itu untuk menopang kegiatan masjid baik untuk operasional maupun pemeliharaan fisik, yakni dari hasil panen maupun sewa,” kata Nuryanto. (suara merdeka)

B. Masjid Kedondong,Kalibawang, Kulon Progo


Latar Belakang
Menurut sumber setempat Masjid Kedondong ini dibangun oleh Adipati Terung atas prakarsa Sunan Kalijaga. Pembangunan masjid itu sendiri menurut buku Rehabititasi Masjid Kedondong Kalurahan Banjararum, Kecamatan Kalibawang, Kulon Progo dibangun kira-kira pada tahun 1477 M.

Dalam buku tersebut disebutkan bahwa pada waktu itu Sunan Kalijaga hendak membangun masjid di Demak. Namun sebelum semua dilaksanakan ia bersama sahabatnya yang bernama Adipati Terung singgah di Kedondong. Di Kedondong ini Sunan Kalijaga tergerak untuk membuat ancer-ancer ‘ancar-ancar’ atau semacam patokan untuk pendirian sebuah masjid sebelum pembuatan Masjid Demak.
Pembuatan patokan oleh Sunan Kalijaga ini dilakukan dengan menancapkan tongkat atau cis-nya ke atas tanah. Penancapan itu dilkakukannya di dekat sungai yang sekarang disebut sebagai Sungai Tinalah. Setelah itu Sunan Kalijaga berpesan kepada sahabatnya yang bernama Adipati Terung yang intinya supaya Adipati Terung mendirikan masjid di tempat Sunan Kalijaga menancapkan cis.

Adipati Terung melaksanakan amanat Sunan Kalijaga itu tetapi dengan menggeser lokasi pembuatan masjid karena ia takut bahwa nantinya bangunan masjid akan tererosi karena ancar-ancar atau patokan yang dibuat Sunan Kalijaga terlalu dekat dengan bibir sungai. Apa yang dilakukan Adipati Terung ini tidak berkenan di hati Sunan Kalijaga. Sepulang dari Demak ia mampir di Kedondong dan melihat bangunan masjid tidak sesuai keletakannya dengan ancar-ancar yang dibuatnya. Oleh karena itu ia mengatakan bahwa Adipati Terung adalah orang bodoh yang tidak percaya pada kata-kata Sunan Kalijaga. Konon berdasarkan peristiwa itu Adipati Terung kemudian dikenal sebagai Panembahan Bodo. Kelak ia dimakamkan di Pijenan, Wijirejo, Pandak, Bantul, Yogyakarta. Di tempat itu pula ia kelak dikenal sebagai Syeh Sewu karena pengikutnya amat banyak.

Letak Masjid 
Secara administrative Masjid Kedondong terletak di Dusun Kedondong, Banjararum, Kalibawang, Kulon Progo, Propinsi DIY. Lokasi Masjid ini jika dari arah Yogyakarta dapat dicapai dengan mengikuti Jl. P. Diponegoro (barat Tugu) lurus-Jl. Kyai Mojo-Jl. Godean-Perempatan Kenteng Nanggulan-ambil arah ke kanan (arah Muntilan). Sampai di Dusun Semaken-Kedondong sampailah di lokasi yang dimaksud.

Peninggalan 

Peninggalan kuna dari Masjid Kedondong yang masih dapat disaksikan sampai sekarang di antaranya adalah bedug, tombak bermata dua (cis), kentongan, sumur tua, dan sisa mustaka masjid yang terbuat dari ijuk yang masih dipertahankan sampai sekarang. 

Ukuran diameter bedug sekitar 1,2 meter dengan panjang tubuh bedug sekitar 1,7 meter. Sumur tua memiliki kedalaman sekitar 6 meter dengan diameter sekitar 1,3 meter. Luas bangunan masjid ini 9 m x 9 m. sedang luas halamannya 8 m x 12 m. Tinggi bangunan utama masjid 3,5 meter. Sedangkan tinggi bangunan serambinya sekitar 2, 5 meter. Saka guru masjid yang berjumlah 4 buah menurut sumber setempat merupakan peninggalan kuna yang juga masih dipertahankan keberadaannya. Tinggi saka guru ini sekitar 4 meter.

Secara keseluruhan bangunan masjid ini telah mengalami perubahan (pembaruan) sehingga sekarang bangunan masjid ini lebih kelihatan modern dan bersih.

Pada bagian belakang masjid ini terdapat pula makam kuna yang merupakan makam dari tokoh-tokoh yang pernah menjadi imam di masjid ini. Imam yang sekarang pun yang bernama Amat Suwito Mukri (75) merupakan keturunan dari imam-imam yang dimakamkan di belakang masjid tersebut. (tembi.org)

C.  Masjid Al Furqon Lendah

Masjid al furqon. Merupakan masjid tertua diwilayah Kecamatan Lendah. Dulunya merupakan masjid kecamatan, yang berfungsi sebagai sentra kegiatan keagamaan. Diyakini beberapa orang bahwa Masjid al Furqon masih punya afiliasi dengan Keraton Ngayogyokarto Hadiningrat, hal ini berdasar pada tanah tempat berdirinya mempunyai status Sultan Ground.

Pada Masjid tersebut juga terdapat makam pendiri dusun Lendah yang terkenal dengan sebutan Makam Kyai Landoh. Adapun nama makam ini dinisbatkan pada seorang pioneer bagi kehidupan masyarakatnya, beliau bernama Kyai Landoh Syeh Jangkung. Beliau dianggap berjasa dalam mendirikan sebuah peradaban di wilayah yang sekarang dikenal sebagai dusun Lendah. Makam Kyai Landoh ini terletak pada bagian utara Masjid. Banyak juga yang berziarah ke sana.