Mungkin para pembaca sekalian ada yang pernah melihat makanan seperti yang tergambar disamping. Atau, malah belum pernah sama sekali? bagi yang pernah jalan-jalan di daerah ujung kulon Provinsi DIY alias Seberang Sungai Progo tentu sudah pernah melihat makanan seperti itu. Ya, makanan tersebut adalah Geblek dan Tempe Benguk khas dari Bumi Menoreh alias Kulon Progo.1. Geblek
Geblek merupakan gorengan yang dibuat dari Sari/Pathi Singkong. Cara membuatnya cukup mudah dan sederhana, yaitu:
1. Kupas kulit Singkong Menggunakan pisau
2. Cuci hingga bersih
3. Parut menggunakan parutan yang biasanya digunakan untuk memarut kelapa
4. Peras hingga keluar airnya
5. Endapkan beberapa saat hingga dibagian bawah ada endapannya. Endapan tersebut disebut dengan Pathi
6. Ambil endapan tersebut, lalu dikeringkan
7. Tumbuk pathi tersebut hingga halus. Jika masih ada gumpalan-gumpalan yang belum halus, nanti bisa meledak/njebluk apabila digoreng.
8. Ambil sedikit dari pathi yang telah dihaluskan tsb untuk dicampur dengan sedikit air dan digoreng. jangan menggoreng telalu lama. kita hanya butuh adonannya saja.
9. Campurkan adonan yang sudah digoreng tersebut dengan Pathi halus. tentu disertai dengan bumbu dan garam secukupnya.
10. Bentuklah menyerupai angka delapan
11. Goreng menggunakan minyak panas.
2. Tempe Benguk
Hampir mirip dengan tempe, benguk dibuat menggunakan biji benguk, yaitu tanaman sejenis koro yang bernama latin Mucuna Pruriens. Pembuatan tempe benguk dan tempe kedelai pun relatif sama. Bedanya, sebelum direbus hingga mendidih benguk harus direndam di air dingin selama 2 hari. Selain bertujuan melunakkan biji benguk, ini juga bertujuan untuk menghilangkan bau apek yang menempel di kulitnya.
Setelah bijinya lunak, benguk lalu direbus sampai benar-benar matang. Namun sebelumnya, kulit ari harus dibersihkan terlebih dahulu. Jika tidak, tempe akan berasa kasar di lidah serta meninggalkan rasa asam. Usai direbus, biji benguk yang sudah empuk lantas ditiriskan hingga hilang unsur airnya. Sebaiknya tidak buru-buru membumbui benguk dengan ragi. Biji-biji itu harus dibiarkan dingin sebelum dicampur ragi dan dibungkus. Jika tidak, lagi-lagi tempe yang dihasilkan akan berasa asam.
Nah, setelah semuanya siap, barulah biji benguk yang sudah dicampur bubuk ragi dapat dibungkus dengan daun jati atau pelepah batang pisang. Hanya dibutuhkan waktu 2 hari 2 malam untuk mengubah biji benguk menjadi tempe yang kenyal dan menggugah selera.
Itulah makanan Tradisional Warisan nenek moyang yang mulai dikenal luas terutama di Bumi Menoreh tercinta ini.
Hampir mirip dengan tempe, benguk dibuat menggunakan biji benguk, yaitu tanaman sejenis koro yang bernama latin Mucuna Pruriens. Pembuatan tempe benguk dan tempe kedelai pun relatif sama. Bedanya, sebelum direbus hingga mendidih benguk harus direndam di air dingin selama 2 hari. Selain bertujuan melunakkan biji benguk, ini juga bertujuan untuk menghilangkan bau apek yang menempel di kulitnya.
Setelah bijinya lunak, benguk lalu direbus sampai benar-benar matang. Namun sebelumnya, kulit ari harus dibersihkan terlebih dahulu. Jika tidak, tempe akan berasa kasar di lidah serta meninggalkan rasa asam. Usai direbus, biji benguk yang sudah empuk lantas ditiriskan hingga hilang unsur airnya. Sebaiknya tidak buru-buru membumbui benguk dengan ragi. Biji-biji itu harus dibiarkan dingin sebelum dicampur ragi dan dibungkus. Jika tidak, lagi-lagi tempe yang dihasilkan akan berasa asam.
Nah, setelah semuanya siap, barulah biji benguk yang sudah dicampur bubuk ragi dapat dibungkus dengan daun jati atau pelepah batang pisang. Hanya dibutuhkan waktu 2 hari 2 malam untuk mengubah biji benguk menjadi tempe yang kenyal dan menggugah selera.
Itulah makanan Tradisional Warisan nenek moyang yang mulai dikenal luas terutama di Bumi Menoreh tercinta ini.

.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar